Selamat Ulang Tahun Untuk Siapa???
Selamat Ulang Tahun Untuk Siapa???

Berbicara tentang ulang tahun tentunya sebagian besar kita sudah tahu tentang hal itu, ulang tahun sangat identik dengan lilin, balon dan kue. Meskipun awal mulanya tradisi meniup lilin saat ulang tahun ini memiliki bebrapa versi, akan tetapi ada satu versi yang sangat terkenal oleh masyarakat dunia khususnya di Indonesia meskipun masyarkat Indonesia rutin merayakan ulang tahun akan tetapi sangat jarang yang mengetahui mengeni asal usul perayaan uang tahun ini.
Awal perayaan ulang tahun menurut versi yang tenar ini adalah dimulai saat jaman Romawi kuno, kue ini disajikan saat momen-momen khusus, seperti ulang tahun. Di masa awal-awal Eropa, kata kue dan roti secara visual dapat ditukar-tukar, yang membedakan hanyalah kue lebih manis sementara roti tidak.
Sedangkan tradisi meniup lilin saat ulang tahun tidaklah jelas akan tetapi menurut sebagian besar sumber sejarah mencatat tradisi ini dimulai dari Kinderfest (Kinder di dalam bahasa Jerman berarti anak-anak), sebuah perayaan ulang tahun bagi anak-anak pada abad 18. Tradisi meniup lilin saat ulang tahun dalam satu kali napas diyakini akan mendatangkan kehidupan yang lebih baik ditahun yang akan datang.
Sebanarnya pada artikel ini bukanlah ingin membahas awal mula perayaan ulang tahunnya karena jika kita ingin membahas sejarahnya maka akan sangat sulit dan banyak versi. Tidak dipungkiri lagi bahwa kita pasti pernah merayakan ulang tahun minimal mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari orang lain meskipun tidak kita harapkan. Bagi yang benar-benar tidak pernah mengalami hal ini tidak perlu melanjutkan membaca artikel ini.
Pernahkah kita memikirkan apa sebenarnya makna yang terdapat pada perayaan ulang tahun ini? Apakah tentang keberhasilan menjalani tahun-tahun yang telah kita lalui atau tentang persiapan menjalani tahun yang akan datang? Ataupun hanya sekedar merayakan keberhasilan atas kelahiran kita? Dengan tegas KISIKISI mengatakan semua opsi diatas tidaklah masuk dalam makna sesungguhnya perayaan ulang tahun, perhatikan pertanyaan berikut:
Apakah diantara kita ada yang merasakan perjuangan kita saat dilahirkan?
Apaakah ada pengorbanan yang kita rasakan saat dilahirkan?
Atau mungkin saat anda dilahirkan kalianlah yang bersusahpayah?
Apakah ada yang menjawab “Iya” jika ada silahkan tinggalkan artikel ini.
Anda harus menyimak hal berikut baik-baik bahwa saat kita dilahirkan yang bersusah payah bahkan menggadai kehidupannya saat kita dilahirkan adalah seorang wanita yang telah begitu sabar merawat dan membawa kita kemanapun selama + 9 bulan, wanita yang selalu melakukan hal berikut,
1. Saat makan, jika makanan kurang, ia akan memberikan makanan itu dan berkata, cepatlah makan, ibu tidak lapar ~ sedangkan ibu sedang lapar
2. Waktu makan, ibu selalu menyisihkan laukpauk untuk anaknya dan berkata ibu sedang tidak mau makan lauk pauk, makanlah nak ~ padahal ibu sangat menyukainya
3. Ketika tengah malam saat menjaga kamu sakit, ibu berkata, istirahatlah nak, ibu belum ngantuk dan masih kuat ~ padahal ibu sangat lelah
4. Saat kamu sudah lulus kuliah dan tinggal dikota lalu mengirimkannya uang, ibu berkata simpanlah nak, ibu masih punya uang ~ padahal ibu sangat kekurangan
5. Saat kamu sudah sukses, lalu menjemput ibumu untuk hidup bersama dikota, ibu lalu berkata rumah tua kita sangat nyaman, ibu lebih suka tinggal disini yang penuh dengan kenangan, ibu tidak terbiasa tinggal dikota ~ padahal ibu tidak mau merepotkanmu
6. Saat menjelang tua, ibumu sakit keras, kemudian kamu menangis, akan tetapi ibumu tetap tersenyum lalu berkata, janganlah menangis nak, ibu tidak apa-apa. ~ padahal ibu sudah tidak kuat lagi.
Sahabatku sadarilah, bahkan saat kita merayakan ulang tahun dan tak sedikitpun mengucapkan terimakasih kepadanya, ia akan tetap tersenyum dan bahagia atas kesenanganmu. Oleh sebab itu sahabat ku, saat kau berulang tahun hanya ibumulah yang pantas mendapatkan ucapan selamat atas segala perjaungan dan pengorbanannya sejak engkau dikandungan hingga kau tumbuh sebesar ini.



0 komentar: