Sama Beratnya

Disuatu desa ada seorang pemilik toko sembako yang kaya, tidak jauh dari rumah pemilik toko hiduplah seorang petani padi yang selalu membeli tepung di toko tersebut untuk dibuatnya menjadi adonan kue yang akan diperdagangkan. Pada suatu ketika pemilik toko membeli satu kilogram beras kepada petani tersebut, ini merupakan kali pertama pemilik toko membeli beras kepada petani tersebut, kebetulan persedia beras pemilik toko baru saja habis, karena pemilik toko curiga kalau timbangan beras tadi tidaklah benar-benar satu kilogram akhirnya pemilik toko menimbang kembali beras yang dibelinya alhasil beras tersebut memang tidaklah sampai satu kilogram. Yakinlah pemilik toko bahwa petani itu memang melakukan kecurangan ketika menjual beras, akhirnya pemilik toko melaporkan kepada kepala adat didesa itu mengenai kecurangan yang dilakukan petani itu.


Pada suatu hari dipanggillah pemilik toko dan petani untuk memberikan keterangan dan pembelaan masing-masing, petani dengan perasaan benar ia datang ke balai adat dengan perasaan tenang dan tidak gentar sedikitpun meski ia harus berhadapan dengan orang kaya dan terpandang di desa itu.
Pada saat dimintai penjelasan, kepala adat berkata kepada petani “ saat kamu menjual beras tentulah engkau menimbang terlebih dahulu beras itu” petani pun menjawab “iya”, kemudian berkata lagi kepala adat “Pasti kamu memiliki timbangan untuk menimbang beras itu bukan? “

“Tidak, Pak Kepala Adat,” Sahut Petani

“Lantas bagaimana bisa engkau menimbang beras yang kau jual itu” Tanya Kepala Adat.

Petani kemudian menjawab “ Itu hal mudah tuan, untuk menimbang beras seberat satu kilogram itu, sebagai penyeimbangnya,  aku gunakan saja tepung seberat satu kilogram yang kubeli dari pemilik toko sembako yang membeli beras ku itu.

Indonesia Manusia Korek Api

Indonesia Manusia Korek Api


Provokator, iyaa itu kata yang sudah tidak asing lagi kita dengarkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Provokator merupakan orang yang memprovokasi, sedangkan provokasi adalah membangkitkan amarah, rasa benci, menghasut ataupun memancing kebencian. Secara ringkas provokator adalah orang yang berusaha menimbulkan rasa amarah, benci dan menghasut dan sejenisnya. Tentunya kata provokator ini dapat kita lihat dari dua sisi yang berbeda, ada sisi positifnya dan tentu pula terdapat sisi negatif yang sangatlah merugikan, tentu sahabat sekalian sudah paham betul bagaimana sisi negatif provokator, hanya akibat satu saja provokator mampu menggerakkan hati banyak orang apalagi provokator ini memang mampu memengaruhi massa.

Saat ini banyak kita temukan masalah besar yang ternyata asal permasalahannya bukalah dari permasalahan yang serius, ada yang hanya gara-gara disenggol sedikit, salah paham, ataupun hal sepele lainnya seperti mempermasalahkan meja makan di sebuah restoran atau warung makan lainnya. Hal kecil memang tak boleh didiamkan dan harus dijauhkan dari orang yang suka memprovokasi masyarakat.
Indonesia sebagai negara demokrasi dan dengan kekayaan suku, agama, ras dan budaya sebenarnya menjadi sebuah pengikat kebersamaan, akan tetapi malah sebaliknya hal ini dijadikan sumber perpecahan.

Mudahnya orang Indonesia diprovokasi akhirnya mengakibatkan masyarakat kita sebagai “Orang Korek Api” mengapa tidak karena sifat sebagian besar masyarakat kita memang seperti itu, perhatikan Korek Api “berkepala tapi tak berotak, gesek sedikit terbakar” itulah orang Indonesia yang terlalu mudah berkobar hanya dalam kebencian, mengapa tidak berkobar dalam menciptakan kedamaian dan kebaikan.

Bahkan bukan hanya begitu, mungkin karena kebiasaan masyarakatnya kita yang suka memprovokasi sampai-sampai media massa ada juga yang bisa menjadi salah satu aktor provokator ini, ada saja masalah yang diangkat ke media namun tidak melihat secara keseluruhan permasalahan itu, terkadang apa yamg diberitakan hanyalah sepenggal kejadian sehingga mampu menimbulkan kebencian.


Adalagi hal sering kita temukan media sosial, coba sahabat semua perhatikan dan bandingkan seberapa banyak orang yang membagikan foto atau kabar yang mampu menyatukan kita? Malah sebaliknya membagikan foto yang menimbulkan kebencian seperti foto suku A diperlakukan tidak enak oleh suku B, agama C diperlakulan tidal baik oleh agama D, bukankah itu membesarkan masalah, harusnya yang membagikan foto itu menambahkan kata-kata yang mampu menyatukan kita bukan malah mengajak untuk membenci. Awalnya pertengkaran hanya berdua kok malah ngajak satu kampung untuk saling bermusuhan, cobalah jangan mau kalah dengan Hp. Hp saja sudah menjadi Smartphone lah kok kita malah makin menjadi stupidpeople.


Oleh sebab itu mari kita memintarkan diri dengan kepintaran dan kecerdasan yang sesungguhnya dalam menggukan media massa, media sosial dan media lainnya agar kita menjadi bangsa yang kuat tidak mudah terombang ambing oleh provokator dan tak menjadi “Orang Korek Api”

Salam Perdamaian dari KISIKISI

Si Batang Pohon


Ratusan kilometer disebelah utara kota terdapat sebuah desa yang dikenal dengan desa Apung, nama desa tersebut diambil karena pada zaman dahulu kala ketika daerah disekitar desa itu terendam banjir maka desa itu tetap terlihat daratannya seolah-olah mengapung sehingga disebutlah desa Apung oleh orang sekitar, akan tetapi terkenalnya desa itu bukan karena kejadian yang dialami desa tersebut.

Puluhan tahun yang lalu ada seorang anak lelaki bersama dengan 9 saudaranya dan kedua orang tuanya yang hidup didesa itu. Mereka hidup layaknya orang-orang pedesaan lainnya, akan tetapi diantara kebiasaan itu ada hal yang tak lumrah dilakukan oleh anak ke 9, ia sangat sering duduk dibawah sebuah pohon besar sambil mendengarkan kicauan burung-burung dan menikmati terpaan sepoi angin siang, kebiasaan anak ini memang menimbulkan pertanyaan bagi setiap orang yang hidup disekitar desa itu. Anak itu bukan saja duduk dibawah pohon ketika siang, akan tetapi melalui sebagian besar hidupnya hanya dibawah pohon, karena kebiasaannya itu orang-orang memanggilnya dengan si Batang Pohon.

Warna kulit Sawo Matang dan rambut panjangnya yang membuat ia semakin mirip dengan batang-batang pepohonan tempatnya duduk. Namun yang membutanya tidak dibenci oleh orang-orang meskipun kebiasaannya yang aneh karena Si Batang Pohon selalu memberikan nasehat-nasehat kepada teman-temannya dan itu sangat bermanfaat. Selain Si Batang Pohon mampu memberikan nasehat kepada anak-anak sebayanya, ia juga tidak jarang memberikan petuah kepada orang yang lebih dewasa.

Beberapa waktu kemudian nama Si Batang Pohon semakin tersohor dan didengar oleh banyak orang-orang terkenal lainnya, termasuk oleh salah seorang penduduk kota yang sangat kaya kala itu, ketika orang kaya itu mendengar kabar tentang anak itu, ia kemudian semakin penasaran apakah cerita yang ia dengarkan itu adalah benar, karena orang kaya itu merasa bahwa dirinya merupakan orang yang pintar dan terpandang apalagi ia sering memberikan bantuan namun tidak terkenal seperti anak itu sehingga orang kaya itu kemudian berencana untuk menemuinya.

Setelah beberapa hari menempuh perjalanan menuju desa tempat Si Batang Pohon tinggal akhirnya sampailah orang kaya itu tepat didepan pohon anak itu selalu duduk menikmati hidup, tak lama kemudian orang kaya langsung menyapa si batanga pohon “ hei anak lelaki, heii si batang pohon yang konon bijak dan tersohor ituu!!!” kata si orang kaya. Si Batang Pohon hanya menutup mata sambil mengayunkan kepalanya kekiri dan kekanan seolah-olah sedang sangat menikmati tiupan angin dan kicauan burung. Si Kaya pun kemudian bertanya lagi, “hey anak aneeeeh, aku punya satu pertanyaan penting untukmu, apakah nasehat paling berharga yang dimiliki oleh setiap orang bijak?” tanya si oranga kaya itu. Si Batang Pohon hanya diam dan menikmati kehidupannya.

Setelah beberapa lama menuggu jawaban, Si Batang Pohon tersentum kecil dan berkata “Berbuat baiklah kepada semua orang” merasa diremehkan oleh anak itu, si kaya kemudian berkata “ Anak yang bodohpun tau akan hal ituu” Si Batang Pohon lalu membuka mata perlahan sambil berkata “ Iyaaa anak paling bodohpun tau akan hal itu, akan tetapi orang paling pintarpun sulit melakukannya”.

Jatuh Karena Hal Yang Kecil

Minggu lalu ada penilaian kinerja staf yang dilakukan oleh atasan Nisa. Nisa yakin tidak ada pekerjaan yang lalai nisa lakukan pada kerjakan selama setahun masa kerja. Dengan keyakinan itu nisa menghadapi penilaian itu dengan tenang. Setelah nisa dan teman-teman berdiskusi tentang job description, ternyata ada satu hal yang diperhatikan atasannya kepada nisa.

Menurut atasan nisa. Nisa ceroboh dan kurang memerhatikan hal-hal kecil dengan detail. Nisa sangat kaget dan merasa sangat tertampar atas perkataan nisa itu, apalagi nisa merupakan salahsatu lulusan universitas yang terkenal dan pekerjaannya sangat berhubungan dengan universitasnya. Kemudian bos mengatakan kepada nisa, "kamu ini bagaimana? Bilang lulusan universitas yang terkenal tapi masa hanya hal-hal kecil bisa salah, contohnya penulisan tanggal, kamu sering kali salah dalam penulisan tanggal pada surat, bahkan kamu sering meninggalkan beberapa huruf saat mengetik, selain itu kamu juga pernah menghilangkan surat yang sangat penting bagi perusahaan ini".

Mendengar itu nisa  akhirnya menjadi sadar bahwa “ untuk menjadi seorang manajer yang baik tidak hanya memerhatikan hal-hal besar, melainkan juga hal yang kecil sekalipun”.