Si Batang Pohon
Ratusan kilometer disebelah utara kota terdapat sebuah desa yang dikenal dengan desa Apung, nama desa tersebut diambil karena pada zaman dahulu kala ketika daerah disekitar desa itu terendam banjir maka desa itu tetap terlihat daratannya seolah-olah mengapung sehingga disebutlah desa Apung oleh orang sekitar, akan tetapi terkenalnya desa itu bukan karena kejadian yang dialami desa tersebut.
Puluhan tahun yang lalu ada seorang anak lelaki bersama dengan 9 saudaranya dan kedua orang tuanya yang hidup didesa itu. Mereka hidup layaknya orang-orang pedesaan lainnya, akan tetapi diantara kebiasaan itu ada hal yang tak lumrah dilakukan oleh anak ke 9, ia sangat sering duduk dibawah sebuah pohon besar sambil mendengarkan kicauan burung-burung dan menikmati terpaan sepoi angin siang, kebiasaan anak ini memang menimbulkan pertanyaan bagi setiap orang yang hidup disekitar desa itu. Anak itu bukan saja duduk dibawah pohon ketika siang, akan tetapi melalui sebagian besar hidupnya hanya dibawah pohon, karena kebiasaannya itu orang-orang memanggilnya dengan si Batang Pohon.
Warna kulit Sawo Matang dan rambut panjangnya yang membuat ia semakin mirip dengan batang-batang pepohonan tempatnya duduk. Namun yang membutanya tidak dibenci oleh orang-orang meskipun kebiasaannya yang aneh karena Si Batang Pohon selalu memberikan nasehat-nasehat kepada teman-temannya dan itu sangat bermanfaat. Selain Si Batang Pohon mampu memberikan nasehat kepada anak-anak sebayanya, ia juga tidak jarang memberikan petuah kepada orang yang lebih dewasa.
Beberapa waktu kemudian nama Si Batang Pohon semakin tersohor dan didengar oleh banyak orang-orang terkenal lainnya, termasuk oleh salah seorang penduduk kota yang sangat kaya kala itu, ketika orang kaya itu mendengar kabar tentang anak itu, ia kemudian semakin penasaran apakah cerita yang ia dengarkan itu adalah benar, karena orang kaya itu merasa bahwa dirinya merupakan orang yang pintar dan terpandang apalagi ia sering memberikan bantuan namun tidak terkenal seperti anak itu sehingga orang kaya itu kemudian berencana untuk menemuinya.
Setelah beberapa hari menempuh perjalanan menuju desa tempat Si Batang Pohon tinggal akhirnya sampailah orang kaya itu tepat didepan pohon anak itu selalu duduk menikmati hidup, tak lama kemudian orang kaya langsung menyapa si batanga pohon “ hei anak lelaki, heii si batang pohon yang konon bijak dan tersohor ituu!!!” kata si orang kaya. Si Batang Pohon hanya menutup mata sambil mengayunkan kepalanya kekiri dan kekanan seolah-olah sedang sangat menikmati tiupan angin dan kicauan burung. Si Kaya pun kemudian bertanya lagi, “hey anak aneeeeh, aku punya satu pertanyaan penting untukmu, apakah nasehat paling berharga yang dimiliki oleh setiap orang bijak?” tanya si oranga kaya itu. Si Batang Pohon hanya diam dan menikmati kehidupannya.
Setelah beberapa lama menuggu jawaban, Si Batang Pohon tersentum kecil dan berkata “Berbuat baiklah kepada semua orang” merasa diremehkan oleh anak itu, si kaya kemudian berkata “ Anak yang bodohpun tau akan hal ituu” Si Batang Pohon lalu membuka mata perlahan sambil berkata “ Iyaaa anak paling bodohpun tau akan hal itu, akan tetapi orang paling pintarpun sulit melakukannya”.



0 komentar: