Sama Beratnya
Disuatu desa ada seorang pemilik toko sembako yang kaya, tidak jauh dari rumah pemilik toko hiduplah seorang petani padi yang selalu membeli tepung di toko tersebut untuk dibuatnya menjadi adonan kue yang akan diperdagangkan. Pada suatu ketika pemilik toko membeli satu kilogram beras kepada petani tersebut, ini merupakan kali pertama pemilik toko membeli beras kepada petani tersebut, kebetulan persedia beras pemilik toko baru saja habis, karena pemilik toko curiga kalau timbangan beras tadi tidaklah benar-benar satu kilogram akhirnya pemilik toko menimbang kembali beras yang dibelinya alhasil beras tersebut memang tidaklah sampai satu kilogram. Yakinlah pemilik toko bahwa petani itu memang melakukan kecurangan ketika menjual beras, akhirnya pemilik toko melaporkan kepada kepala adat didesa itu mengenai kecurangan yang dilakukan petani itu.
Pada suatu hari dipanggillah pemilik toko dan petani untuk memberikan keterangan dan pembelaan masing-masing, petani dengan perasaan benar ia datang ke balai adat dengan perasaan tenang dan tidak gentar sedikitpun meski ia harus berhadapan dengan orang kaya dan terpandang di desa itu.
Pada saat dimintai penjelasan, kepala adat berkata kepada petani “ saat kamu menjual beras tentulah engkau menimbang terlebih dahulu beras itu” petani pun menjawab “iya”, kemudian berkata lagi kepala adat “Pasti kamu memiliki timbangan untuk menimbang beras itu bukan? “
“Tidak, Pak Kepala Adat,” Sahut Petani
“Lantas bagaimana bisa engkau menimbang beras yang kau jual itu” Tanya Kepala Adat.
Petani kemudian menjawab “ Itu hal mudah tuan, untuk menimbang beras seberat satu kilogram itu, sebagai penyeimbangnya, aku gunakan saja tepung seberat satu kilogram yang kubeli dari pemilik toko sembako yang membeli beras ku itu.








0 komentar: