Indonesia Manusia Korek Api

17:47 kisikisi 0 Comments

Indonesia Manusia Korek Api


Provokator, iyaa itu kata yang sudah tidak asing lagi kita dengarkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Provokator merupakan orang yang memprovokasi, sedangkan provokasi adalah membangkitkan amarah, rasa benci, menghasut ataupun memancing kebencian. Secara ringkas provokator adalah orang yang berusaha menimbulkan rasa amarah, benci dan menghasut dan sejenisnya. Tentunya kata provokator ini dapat kita lihat dari dua sisi yang berbeda, ada sisi positifnya dan tentu pula terdapat sisi negatif yang sangatlah merugikan, tentu sahabat sekalian sudah paham betul bagaimana sisi negatif provokator, hanya akibat satu saja provokator mampu menggerakkan hati banyak orang apalagi provokator ini memang mampu memengaruhi massa.

Saat ini banyak kita temukan masalah besar yang ternyata asal permasalahannya bukalah dari permasalahan yang serius, ada yang hanya gara-gara disenggol sedikit, salah paham, ataupun hal sepele lainnya seperti mempermasalahkan meja makan di sebuah restoran atau warung makan lainnya. Hal kecil memang tak boleh didiamkan dan harus dijauhkan dari orang yang suka memprovokasi masyarakat.
Indonesia sebagai negara demokrasi dan dengan kekayaan suku, agama, ras dan budaya sebenarnya menjadi sebuah pengikat kebersamaan, akan tetapi malah sebaliknya hal ini dijadikan sumber perpecahan.

Mudahnya orang Indonesia diprovokasi akhirnya mengakibatkan masyarakat kita sebagai “Orang Korek Api” mengapa tidak karena sifat sebagian besar masyarakat kita memang seperti itu, perhatikan Korek Api “berkepala tapi tak berotak, gesek sedikit terbakar” itulah orang Indonesia yang terlalu mudah berkobar hanya dalam kebencian, mengapa tidak berkobar dalam menciptakan kedamaian dan kebaikan.

Bahkan bukan hanya begitu, mungkin karena kebiasaan masyarakatnya kita yang suka memprovokasi sampai-sampai media massa ada juga yang bisa menjadi salah satu aktor provokator ini, ada saja masalah yang diangkat ke media namun tidak melihat secara keseluruhan permasalahan itu, terkadang apa yamg diberitakan hanyalah sepenggal kejadian sehingga mampu menimbulkan kebencian.


Adalagi hal sering kita temukan media sosial, coba sahabat semua perhatikan dan bandingkan seberapa banyak orang yang membagikan foto atau kabar yang mampu menyatukan kita? Malah sebaliknya membagikan foto yang menimbulkan kebencian seperti foto suku A diperlakukan tidak enak oleh suku B, agama C diperlakulan tidal baik oleh agama D, bukankah itu membesarkan masalah, harusnya yang membagikan foto itu menambahkan kata-kata yang mampu menyatukan kita bukan malah mengajak untuk membenci. Awalnya pertengkaran hanya berdua kok malah ngajak satu kampung untuk saling bermusuhan, cobalah jangan mau kalah dengan Hp. Hp saja sudah menjadi Smartphone lah kok kita malah makin menjadi stupidpeople.


Oleh sebab itu mari kita memintarkan diri dengan kepintaran dan kecerdasan yang sesungguhnya dalam menggukan media massa, media sosial dan media lainnya agar kita menjadi bangsa yang kuat tidak mudah terombang ambing oleh provokator dan tak menjadi “Orang Korek Api”

Salam Perdamaian dari KISIKISI

Kamu Juga Mungkin Suka

0 komentar: